Monday, November 25, 2019

Persoalan Yang Akan Diurai

A. Persoalan yang Akan Diurai Buku Ini
Persoalan-persoalan utama yang akan dijadikan fokus uraian dalam buku ini adalah berkaitan dengan bagaimana pandangan Syekh Siti Jenar tentang kehadiran manusia di dunia, tentang kebebasan yang dimiliki manusia, tentang kematian yang dialaminya, dan pada akhirnya tentang kritik yang bisa disampaikan terhadap makna kehidupan yang dipahami oleh kaum materialis melalui interpretasi yang diperoleh dari berbagai pandangan Syekh Siti Jenar tersebut.

Dalam usaha mengungkap pandangan-pandangan Syekh Siti Jenar, khususnya yang berkaitan dengan kematian, penulis tidak hanya mendeskripsikannya tetapi juga memberikan interpretasi terhadap pandangan itu. Sehingga, dengan adanya interpretasi yang diberikan akan memperjelas makna hakiki yang akan dicari dari pandangan Syekh Siti Jenar tentang kematian yang kemudian akan dijadikan sebagai optik untuk memunculkan kritik terhadap makna kehidupan yang dipahami oleh kaum materialis.

Pendahuluan

Manusia dengan segala hal yang ada di sekitarnya merupakan proses berkelanjutan yang belum pernah selesai. Proses berkelanjutan ini mengandung berbagai persoalan pelik tersendiri yang hingga saat ini masih tetap aktual untuk dibicarakan. Teka-teki besar, yaitu dari mana sesungguhnya manusia itu berasal, sedang berada dalam fase kehidupan yang bagaimana saat ini, hingga kemudian ke mana manusia akan menuju, belum bisa terjawab seutuhnya dan masih menyisakan berbagai pertanyaan yang harus dicarikan jawabannya.

Persoalan yang muncul tentang manusia—tentu manusia sendiri yang memunculkannya—mulai dari persoalan yang berkaitan dengan struktur yang menyusun eksistensinya, makna eksistensinya, kebebasan dan keterikatannya dalam mewujudkan eksistensinya di lingkungan sosialnya, hingga pada persoalan seputar kematian merupakan tabir misteri yang terus diupayakan penyingkapannya. Manusia bukanlah “probleme” yang akan habis dipecahkan, melainkan “mystere” yang tak mungkin sifat dan cirinya dapat disebutkan secara tuntas. Demikian yang diungkapkan oleh Gabriel Marcel ketika mengemukakan pandangannya tentang manusia.

Sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya, bahwa salah satu misteri yang melingkupi manusia adalah persoalan tentang kematian. Perbincangan yang membahas seputar kematian telah banyak dilakukan, namun belum juga mampu memuaskan manusia untuk menemukan jawaban atas berbagai persoalan yang diajukan seputar kematian itu. Filsafat sebagai aktivitas rasional-reflektif juga melakukan kajian tentang persoalan ini. Melalui cabangnya, Anthropology Metaphisycs atau yang sering dikenal dengan Filsafat Manusia, bidang ini berusaha menguak tabir misteri kematian yang melingkupi hidup manusia. Namun kematian masih saja tetap menjadi sebuah misteri yang belum secara utuh terungkap.